Who's Online

Kami punya 474 tamu online

Chat

Nomor Resmi

0852 7860 0999

0823 9188 1999

0812 6608 2999

http://www.dapodikagam.net/

Artikel dapat dikirim melalui

email :

diknasagam@yahoo.co.id

berkunjung Ke

e-mail resmi

diknasagam@yahoo.co.id

Login Form



Home

Horizontal SlideShow Module v1.8 by JT.
15 Anak Usia 15 Tahun Paparkan Mind Map Pendidikan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Sabtu, 31 Januari 2015 12:51

Jakarta, Kemendikbud --- Sebanyak 15 siswa dari 15 wilayah di Indonesia memaparkan buah pikirannya tentang rencana aksi pendidikan  kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. 15 anak yang tergabung dalam Aliansi Aksi 2015 ini terdiri dari anak-anak berprestasi dan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Anak-anak ini lahir pada tahun 2000. Tahun tersebut merupakan tahun di mana pemimpin-pemimpin dunia menetapkan millenium development goals (MDGs) sebagai arah pembangunan dunia hingga saat ini. Dan di 2015 nanti, para pemimpin-pemimpin dunia akan mendeklarasikan kembali rencana pembangunan berkelanjutan. Dan anak-anak ini menyampaikan masukan kepada pemimpin-pemimpin di negeri ini atas kebutuhan mereka, terutama dalam dunia pendidikan.

Mendikbud menerima anak-anak tersebut di kantor Kemendikbud, Rabu (14/01/2015) sore. Ia sangat mengapresiasi pikiran anak-anak tersebut. Masih dalam usia yang sangat belia, 15 tahun, mereka sudah bisa menyampaikan aspirasinya melalui peta pikiran yang terstruktur dengan baik. "Saya ingin karya anak-anak ini dibingkai di kantor ini. Kalian tulis nama dan asal kalian," katanya.

Ada lima poin penting yang disampaikan anak-anak ini kepada Mendikbud. Pertama tentang masih tingginya angka putus sekolah siswa Indonesia. Dari analisa mereka, salah satu penyebabnya adalah masalah ekonomi. "Orang tua tidak bisa membiayai, dan anak terpaksa bekerja," demikian disampaikan Dewa Gede, siswa dari Bali bersama dua temannya.

Ia mengatakan, jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal siswa, kekerasan seksual, dan kriminalitas juga menjadi pemicu terjadinya putus sekolah. Bahkan untuk kasus kriminalitas, terkadang siswa dikeluarkan dari sekolah karena dianggap mungkin akan mencemari nama baik sekolah.

Sebagai solusi dari masalah pertama ini, Dewa mengatakan, sosialisasi kepada orang tua menjadi penting. Dukungan pembenahan sistem BSM dan KIP pun akan turut berkontribusi mengurangi angka putus sekolah. "Di beberapa wilayah anak-anak tidak tahu kegunaan dana-dana bantuan tersebut, atau sekolah langsung memotong uang yang harusnya digunakan untuk kebutuhan pribadi siswa ini untuk membayar SPP," tuturnya.

Dan sebagai sesama siswa, Dewa mengatakan ia dan teman-temannya bisa menjadi relawan untuk membantu agar siswa yang putus sekolah tetap menerima pelajaran. Salah satunya dengan membentuk forum membantu anak-anak putus sekolah.

Masalah kedua, mereka memaparkan tentang pembangunan sekolah yang kurang merata. Pembangunan fasilitas di daerah akan lambat karena daerah tersebut sulit diakses. Ketiga, sekolah yang tidak aman. Pengaruh teman sebaya yang sangat kental bisa menjadi lingkungan yang buruk bagi siswa. Selain sesama teman, contoh buruk dari guru juga sangat mempengaruhi anak. "Misalnya rokok. Di sekolah tertulis dilarang merokok, tapi gurunya sendiri merokok dan tidak peduli jika siswanya merokok," katanya.

Masalah keempat dan kelima yang mereka sampaikan adalah rendahnya kehadiran guru dan diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingkat kehadiran guru rendah. Faktor minat dan suasana kelas yang tidak kondusif menjadi penyebabnya. "Para guru ini, terutama di daerah terpencil, mereka perlu biaya banyak untuk pulang pergi ke sekolah, kadang juga penguasaan materinya juga rendah," kata Adel siswa dari Aceh yang melanjutkan paparan Dewa.

Adel mengatakan, akibat dari kondisi tersebut siswa juga tidak mendapat ilmu yang baik. Untuk itu ia berharap, agar kompetensi guru terus ditingkatkan dan tidak hanya diapresiasi tapi juga diberi sanksi jika mereka tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

Dan untuk diskriminasi ABK, Adel mengatakan, banyak faktor yang memengaruhi diskriminasi terhadap ABK. Mulai dari sekolah umum yang enggan menerima ABK, kurangnya penerimaan orang tua terhadap kondisi anaknya, kurang kompetennya guru yang mengajar ABK, hingga fasilitas yang mahal dan langka. Adel berharap, pemerintah serius menangani masalah diskriminasi ABK ini.

Menjawab harapan Adel, Menteri Anies mengatakan, untuk menghilangkan diskriminasi terhadap ABK harus dimulai dari cara pandang. "Kita harus menyadari bahwa tidak ada anak yang tidak normal. Semua normal. Hanya saja ada yang berkebutuhan khusus, dan ada yang berkebutuhan umum," katanya.

Mendikbud sangat mengapresiasi keberanian dan kemampuan anak-anak ini dalam memetakan masalah dan solusinya. Ia berpesan agar anak-anak ini terus mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan mind map dalam setiap permasalahan. "Sekali kalian bisa membuat mind map, maka bisa digunakan untuk seumur hidup," katanya. (Aline Rogeleonick)

 
SDN 09 Balai Satu Siap Dinilai Adiwiyata PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Armanto   
Kamis, 29 Januari 2015 19:01

Senin, 19 Januari 2015

Danramil Basung Kapten Arh Zulakmal sangat bangga diundang untuk datang ke SDN 09 Balai Satu, pada kunjungan kali ini beliau juga bertindak sebagai pembina upacara bendera. Beliau sangat bangga melihat semangat guru- guru dan para siswa begitu antusias. Apalagi ketika para siswa membacakan pernyataan ikrar cinta lingkungan merupakan janji  anak yang penuh semangat yang berapi, akan pasti membuahkan hasil yang luar biasa. Dalam janji siswa, para siswa berjanji menjaga lingkungan hidup, memelihara taman sekolah, membuang sampah pada tempatnya, tidak mencoret dinding sekolah serta menjaga kesehatan sekolah. Sekolah yang dipimpin oleh Ibu “Efnita, S.Pd, M.M.Pd” ini siap dinilai adiwiyata kabupaten pada Maret mendatang. Pada upacara tersebut juga dihadiri oleh Pengawas sekolah “Masri, M.M.Pd”. Seusai upacara Zulakmal dan Masri langsung menamamkan bibit pohon yang didampingi Efnita beserta majelis guru.

 
Sosialisasi SNMPTN Tahun 2015 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Armanto   
Rabu, 28 Januari 2015 11:55

 
REVISI SURAT PERMINTAAN BAHAN VERIFIKASI DATA CALON SERTIFIKASI TAHUN 2015 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Rabu, 28 Januari 2015 10:27

Revisi Lampiran Surat Silahkan Saudara Unduh Disini

 
Kapten Arh Zulakmal Sebagai Pembina Upacara di SDN 49 Batu Hampar PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Armanto   
Rabu, 28 Januari 2015 08:03

Lubuk Basung, 26 Januari 2015

Danramil Basung Kapten Arh Zulakmal bertindak sebagai pembina upacara pada hari Senin tanggal 26 Januari 2015 di SDN 49 Batu Hampar Kecamatan Lubuk Basung. Upacara juga dihadiri oleh Ketua Adiwiyata “Masnawitri” beserta Kepala SDN 49 Batu Hampar “Tursina”. Dalam amanatnya Danramil Basung  menyampaikan rasa haru terhadap pelaksanaan upacara yang cukup tertib walaupun SDN 49 Batu Hampar terletak agak jauh dari keramaian. Zulakmal juga mengingatkan agar anak-anak jangan sampai terpengaruh dengan narkoba, karena saat ini anak-anak sangat rentan dengan narkoba. Zulakmal juga membererikan pengarahan kepada siswa menjaga kelestarian lingkungan  agar “Terwujudnya Kabupaten  Agam yang Alami”dan menjaga kesehatan serta belajar sungguh-sungguh untuk menggapai cita-cita.

 
Penyuluhan dan Bimtek Perpajakan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Armanto   
Selasa, 27 Januari 2015 15:39

Silahkan saudara unduh lampirannya disini

 
PEMBERLAKUAN KURIKULUM 2006 DAN PELAKSANAAN MATRIKULASI PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Selasa, 27 Januari 2015 10:15

 
« MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

feed-image Feed Entries


Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Agam
Jln. DR. Mhd. Hatta, Lubuk Basung
Tel. 0752-76318 Fax. 0752-76250
©Armanto .:+6285263119553:.