Who's Online

Kami punya 114 tamu online

Chat

Nomor Resmi

0852 7860 0999

0823 9188 1999

0812 6608 2999

http://www.dapodikagam.net/

Artikel dapat dikirim melalui

email :

diknasagam@yahoo.co.id

berkunjung Ke

Login Form



Home

Horizontal SlideShow Module v1.8 by JT.
Perlunya siswa dibekali Kriya Anyaman sebagai kerajinan dan pelestarian budaya lokal PDF Cetak Surel
Ditulis oleh wed   
Rabu, 18 April 2012 11:32

LUBUK BASUNG, Disdikpora Agam
Sebanyak 14 orang siswa terbaik Sekolah Dasar kecamatan bidang kriya anyaman, mengikuti Festival Lomba Seni Nasional Sekolah Dasar (FLS2N) tingkat SD se Kabupaten Agam, setelah dibuka secara resmi Bupati Agam, dalam suatu acara resmi di Gelanggang Olahraga Bukit Bunian Sprort Centre, Selasa (17/4) di Lubuk Basung.
Khusus lomba kriya anyaman dari 32 orang peserta hanya diikuti 14 orang peserta dengan rincian 9 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Kesemuanya bergerak dibidang kerajinan dari rotan. Hanya dua peserta yang mengikuti lomba dengan memakai bahan bambu untuk keranjang dan bahan mansiang/ kumbuah untuk tas atau kambuik.
Ketidak ikutan peserta yag biasa mengikuti seperti kontingen Matua dengan anyaman yang cukup terkenal, dari Tanjung Raya dengan kerajinan dari enceng gondok tidak ikut serta juga sangat disayangkan. Padahal suatu potensi alam dan budaya lokal yang perlu dilestarikan kepada generasi muda, terutama siswa melalui lomba seninya.



Bisik-bisik tim pemantau dan dewan juri, ketidak ikutnya peserta kecamatan lain sangat disayangkan oleh pihak sekolah dan pengelola satuan pendidikan. Dalam arti kata masih rendahnya kepedulian masyarakat akan pemasalan hasil kerajinan dan budaya yang ada di sekitar kita, untuk dilestarikan.
Dikatakan Yunaidi.S,M.Pd saat memantau kelokasi lomba kriya anyaman  yang disebut juga Handycraft yang berarti kerajinan tangan, termasuk seni rupa terapan (applied art). Kerajinan tangan selain mempunyai aspek keindahan juga menekankan aspek kegunaan atau fungsi praktis.
Handycraft sebagai kerajinan tangan perlu diajarkan secara mandiri dan terstruktur oleh guru atau pengasuh sebagai pembimbing disekolah, supaya diminati oleh anak-anak dalam menciptakan kebutuhan peralatan kehidupan sehari-hari dengan tidak melupakan pertimbangan artistik dan keindahan, kata Yunaidi.S
Ditambahkannya bahwa lomba kerajinan tangan hendaknya dimasukkan dalam kegiatan sekolah dan terus dikembangkan melalui lomba. Sebab dengan mengadakan lomba merupakan sasaran arah yang dituju dari suatu kegiatan disamping memasyarakatkan keterampilan dan kerajinan yang ada di kecamatan masing-masing. Apalagi kabupaten Agam dengan berbagai advokasi keterampilan daerahnya masing-masing.
Dari hasil lomba kerajinan yang diikuti 14 peserta berlangsung di SD Negeri 63 Surabayo dapat dinilai dan hasilnya dapat berfungsi sebagai benda pemakai, benda hias, dan juga dapat sebagai benda mainan. Yang akhirnya pemanenang lomba dapat mewakili Agam ke tingkat provinsi dan kalau perlu maju terus sampai ketingkat nasional. Demikian ditambahkannya. (Wed Disdikpora Agam)

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 18 April 2012 12:12
 

Add comment


Security code
Refresh


feed-image Feed Entries


Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Agam
Jln. DR. Mhd. Hatta, Lubuk Basung
Tel. 0752-76318 Fax. 0752-76250
©Armanto .:+6285263119553:.